Awas Tertipu Aplikasi Pengisi Baterai dengan Tenaga Surya

Aktivitas di dunia aplikasi ponsel pintar sangat ramai. Hal ini mengakibatkan cukup banyak scammer yang masuk ke sana dengan beragam jenis serangan dan penipuan yang dilancarkan. Beberapa di antaranya bahkan sangat sulit dipercaya.

Sebagian besar pengguna ponsel pintar tahu bahwa daya tahan baterai merupakan masalah yang tak ada habisnya. Penggunaan daya yang besar pada CPU dan layar LCD yang besar dan terang, ditambah dengan pemakaian yang sering, memerlukan daya baterai yang memadai agar pengguna beraktivitas dengan ponsel sepanjang hari.

Kondisi ini mencetuskan sejumlah varian aplikasi yang ditujukan untuk mengatasi masalah tersebut. Ada beberapa aplikasi yang menawarkan update status ketahanan baterai dan memberitahu Anda saat baterai Anda semakin berkurang. 

Namun yang tidak dapat dipercaya adalah adanya sejumlah aplikasi yang konon dapat mengubah layar ponsel Anda menjadi pengisi baterai dengan tenaga surya.

Symantec Intelligent Report bulan ini menyoroti satu aplikasi yang mengklaim dapat mengubah layar perangkat Anda menjadi panel tenaga surya yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai ketika terkena sinar matahari. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah upaya pencurian data kontak dari ponsel Anda!

Menurut data Symantec, rasio global virus yang berasal dari email di trafik adalah 1 dalam 211,1 email di bulan September, atau meningkat sebesar 0,04% dibandingkan dengan 1 dalam 233,1 email di bulan Agustus.

Tidak jauh berbeda, rasio virus yang berasal dari email di trafik email di Indonesia juga meningkat menjadi 1 dalam 430,4 email di bulan September, dibandingkan dengan 1 dalam 609,0 di bulan Agustus.

Sementara rasio global spam dalam trafik email meningkat sebesar 2,9% sejak bulan Agustus, menjadi 75,2%. Tidak jauh berbeda, rasio spam Indonesia dalam trafik email meningkat sebesar 2,5% poin sejak Agustus 2012, menjadi 74,4%

Selamat Ulang Tahun Ke-4, Android!


Google akan merayakan ulang tahun ke-4 dari sistem operasi mobileandalannya, Android. Dalam waktu relatif singkat itu, lebih dari 500 juta perangkat Android telah diaktifkan di seluruh dunia, dengan 1,3 juta perangkat Android baru diaktifkan tiap harinya.

Review Asus A43SD

Untuk yang Muda

Di antara jajaran Asus laptop, seri ini diracik untuk anak muda yang mendamba teknologi terkini. 

Selera anak muda seringkali sulit dipahami mengingat generasi ini begitu dinamis dengan fokus tren/gaya sehingga menomorduakan hal lainnya.

Coba saja tanya ke kaum ABG tentang apa yang mereka inginkan dari sebuah laptop. Umumnya mereka akan menjawab yang berwarna-warni cerah seiring hasrat mereka yang “muda” dan selalu ingin mendapat perhatian.

Selera inilah yang seringkali dimanfaatkan pembuat notebook untuk menyajikan produk yang bisa mewakili jiwa muda tersebut, termasuk varian laptop warna-warni seri A43SD dari Asus ini. 

Kesan sebagai notebook centil mudah tertangkap pada seri A43SD akibat penggunaan warna galaxy black, chili blue, passion red, dan cool white.

Semuanya (kecuali warna cool white) tampil dengan tekstur almunium premium berciri glossy baik di cover maupun bagian dalam. Sementara produk dengan warna putih (cool white) sendiri memakai cover berbahan plastik. Selain agar tampak keren dalam jangka waktu lama, cover alumunium seperti ini dimaksudkan untuk menyebar panas lebih merata sehingga laptop tetap adem. 

Asus sendiri juga menghadirkan teknologi IceCool pada beberapa seri laptopnya dengan tujuan meminimalkan panas yang mengganggu. Teknologi ini memanfaatkan papan sirkuit ganda dan juga pemakaian komponen almunium berkualitas. Dengan demikian, panas yang dihasilkan bisa diredam dengan mudah via bantuan kipas pendingin. Hal ini akan memungkinkan laptop dipakai dalam jangka waktu lama tanpa gangguan rasa panas di bagian palmrest. 

Meski menyasar anak muda, A43SD juga dijejali dengan teknologi terkini. Hal ini dimaksudkan agar produk ini tetap memberikan kinerja yang baik, bukan hanya sekadar menampilkan tampang lumayan. Aneka teknologi yang dimiliki produk ini antara lain satu port USB 3.0 (untuk melakukan transfer data cepat antar-storage). Ketiga port USB yang tersedia ternyata juga bisa digunakan untuk melakukan isi ulang gadget USB ketika laptop berada dalam kondisi sleep. Berikutnya, penyuka musik akan dipuaskan oleh reproduksi audio yang lebih renyah. Hal ini tercapai berkat penggunaan speaker Altec Lansing.

Namun yang paling menarik adalah penggunaan chip grafis GeForce GT610M yang akan bekerja bergiliran dengan Intel HD 3000. Chip grafis terpisah inilah yang akan memberikan olah grafis lebih baik saat Anda bermain game 3D (meskipun tipe chip ini masih terbilang kelas bawah). Sebagai informasi, driver dari nVidia mungkin belum mendukung chip grafis ini sehingga kami sarankan Anda untuk memasang driver grafis yang ada dalam paket Asus.

****

A43SD-VX213D ditampilkan sebagai produk yang bukan saja menawan tapi sanggup menjawab kebutuhan sehari-hari. Dengan harga yang ramah (dalam rentang US$469-649) laptop ini terbilang menggoda.

Hasil Pengujian

Dengan CPU Core i3-2350M, kemampuan laptop akan terlihat biasa saja meskipun untuk aktivitas harian sudah sangat mencukupi. Chip grafis GeForce GT610M terlihat bekerja lebih baik dari versi GeForce sebelumnya. Namun grafis tipe ini jelas bukan untuk menjalankan game yang berat. Sementaran daya tahan baterainya tergolong biasa.


Spesifikasi


Posisi Mengganggu
Keberadaan lubang daya untuk adaptor terasa amat mengganggu, terutama bagi pemakai kidal yang memakai mouse di sebelah kiri. Ini karena letaknya berada di dekat port LAN yang berada di area tengah sisi kiri laptop



Webcam Kreatif
Fasilitas webcam didukung oleh aplikasi LifeFrame yang sangat kreatif. Pemakai bisa mengubah tampilan diri menjadi lebih lucu dengan aneka karakter. Fasilitas ini juga bisa dipakai untuk memantau ruangan.




Plus     :
Desain menarik, minimalis; ringan, mendukung USB 3.0; harga terjangkau.

Minus :
Klik touchpad mengganggu; tanpa Bluetooth, dan fasilitas lain.


Skor Penilaian
- Kinerja             : 3,5
- Fasilitas           : 4
- Penggunaan    : 4,25
- Harga              : 4,5
- Skor total         : 4

Ponsel Game Terbaik, HTC One X atau Galaxy S III?


Samsung Galaxy S III dan HTC One X termasuk dalam jajaran smartphoneAndroid papan atas yang dilengkapi prosesor quad-core dengan subsistem grafis mumpuni.

Layar kedua ponsel ini pun bisa dibilang berkualitas sangat baik dengan ukuran besar dan resolusi tinggi.

Stuxnet Mungkin Dirancang untuk Meledakkan Nuklir Iran

Ketika itu Jumat malam di akhir bulan Agustus, dan O Murchu sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-33 di sebuah bar terbuka di atas Hotel Erwin yang menghadap ke Samudera Pasifik di Venice, California. Dia menikmati bir dan koktail bersama keluarga dan kolega. Di dekatnya, kru reality show stasiun TV tengah memfilmkan pasangan yang akan melewati gerakan canggung sebuah kencan “privat.”

 

Kelompok O Murchu sudah berada di tempat tersebut selama tiga jam ketika Chien muncul sekitar jam sembilan malam. Meskipun, pikiran Chien tidak berada di pesta itu. Dia ingin menunjukkan sesuatu kepada O Murchu, tapi dia enggan membawa pekerjaan ke tempat itu.

 

“Aku akan menunjukkan padamu sesuatu, tapi kemudian kita tak akan membicarakannya sepanjang malam,” katanya kepada O Murchu. Dia mengeluarkan BlackBerry-nya dan menunjukkan e-mail yang baru saja dia terima. Dalam e-mail itu, peneliti keamanan yang lain mengatakan bahwa ada banyak lagi zero-day yang tersembunyi di dalam Stuxnet.

 

O Murchu menatap Chien. Mereka telah membedah Stuxnet selama lebih dari sebulan dan melihat petunjuk keberadaan exploit lain di dalamnya, tapi mereka tidak menemukannya. E-mail tersebut tidak menjelaskan secara detail, tapi sekadar dugaan bahwa kemungkinan ada lebih banyak zero-day di dalam genggamannya sudah cukup menyulut semangat bersaing O Murchu.

 

"Sudah cukup,” katanya. “Aku tak akan minum lagi malam ini.”

 

Keesokan paginya, hari Sabtu, O Murchu kembali bekerja menggali lebih dalam kode tersebut, fokus pada bagian yang digunakan Stuxnet untuk menyebarkan diri, dan menguji dan mendokumentasikan temuannya. Dia istirahat saat menjelang sore hari dan mengirimkan catatanya kepada Chien, yang terus bekerja sepanjang malam. Pada akhir pekan, mereka telah menemukan tiga lagi zero-day yang menakjubkan.

 

Selain kerentanan LNK, Stuxnet juga memanfaatkan kerapuhan print spooler di komputer Windows untuk menyebar di seluruh komputer yang menggunakan printer yang sama. Zero-day ketiga dan keempat menyerang kerapuhan keamanan dalam keyboard file dan Task Scheduler Windows untuk meningkatkan keleluasaan penyerang terhadap komputer korban dan memberi mereka kendali sepenuhnya. Selain itu, Stuxnet memanfaatkan kerentanan password statis yang telah di-hard-code oleh Siemens ke dalam perangkat lunak Step7. Stuxnet menggunakan password itu untuk mengakses dan menginfeksi server yang menjadi basis data, dan dari sana menginfeksi komputer lain yang terhubung dengan server tersebut.

 

Para penyerang itu dengan kejam ingin menyebarkan malware mereka, tapi dengan cara terbatas yang aneh. Tak seperti kebanyakan malware yang menggunakan e-mail atau situs berbahaya untuk menginfeksi banyak korban pada waktu yang bersamaan, tidak ada Stuxnet yang memanfaatkan internet; semuanya menyebar melalui local area networks. Ada satu Stuxnet utama yang menyebar dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya, dan di dalam drive USB terinfeksi yang diselundupkan ke dalam fasilitas di kantong seseorang.

Kelihatannya para penyerang menargetkan sistem yang mereka ketahui tak terhubung dengan internet. Dan mengingat bahwa mereka menggunakan empat zero-day melakukannya, targetnya pasti bernilai tinggi.

 

Ini adalah metode penyerangan yang kotor dan tidak akurat -sedikit mirip dengan menginfeksi salah satu istri Osama bin Laden dengan virus langka, sambil berharap dia akan menularkannya ke pemimpin Al Qaeda itu. Virus tersebut pasti akan menginfeksi orang lain di luar target, meningkatkan peluang rencana itu akan terungkap.

 

Inilah yang persis terjadi dengan Stuxnet. Peneliti Symantec menemukan bahwa setiap contoh worm mengandung nama domain dan tanda waktu dari tiap sistem yang diinfeksinya. Hal ini memungkinkan para peneliti melacak kembali seluruh infeksi ke komputer yang menjadi sumber awal infeksi.

 

Mereka menemukan bahwa para penyerang memfokuskan serangan mereka pada komputer di lima organisasi di Iran yang dipercaya akan mejadi pintu menuju target yang mereka cari. Kelima organisasi itu diserang berulang kali dalam waktu yang berbeda-beda di bulan Juni dan Juli 2009 dan terjadi lagi pada bulan Maret, April dan Mei 2010. Tapi karena keberadaan exploit zero-day di dalamnya, Stuxnet menyebar di luar organisasi ini, menginfeksi tempat lainnya.

 

Symantec melaporkan zero-day tambahan yang mereka temukan dalam kode tersebut kepada Microsoft dan perusahaan antivirus lainnya, yang kemudian memeriksa arsip malware mereka untuk melihat apakah ada sesuatu yang mirip exploit tersebut pernah muncul sebelumnya.

 

Luar biasa, mereka menemukan bahwa exploit LNK yang menyerang kerapuhan yang sama di Windows Explorer pernah muncul pada November 2008. Kerapuhan Windows Explorer digunakan untuk menyebarkan sebuah varian Zlob, sejenis Trojan horses yang meng-install adware (advertising-supported software) dan bakcdoors berbahaya di komputer yang terinfeksi.

 

Varian Zlob telah ditangkap oleh perusahaan antivirus secara otomatis melalui sistem pelaporan malware dari komputer pelanggan, tapi exploit zero-day di dalamnya luput dari perhatian ketika itu. Setelah kemunculan pertamanya, exploit zero-day sempat menghilang sampai muncul kembali dalam Stuxnet.

 

Sebenarnya exploit terhadap kerapuhan keamanan print spooler sebelumnya sudah pernah diungkap. Pada tahun 2009, majalah keamanan di Polandia menerbitkan artikel yang menjelaskan kerentanan tersebut dan bahkan menyediakan source code exploit yang berfungsi untuk menyerang print spooler dari jauh. Namun, Microsoft tak pernah mengetahui ini, dan dengan demikian tak pernah memperbaikinya.

 

Bahkan password basis data (database) hard-coded Siemens sudah pernah diekspos sebelumnya. Pada tahun 2008, seseorang menggunakan nama “Cyber” mempostingnya secara online ke forum yang didedikasikan khusus untuk produk Siemens di Jerman dan Rusia.

 

Apakah para pencipta Stuxnet, atau seseorang yang bekerja dengan mereka, telah melihat exploit LNK pada tahun 2008 dan mengumpulkannya untuk digunakan dalam serangan mereka, berharap Microsoft tak pernah menutupi kerapuhan Windows? Atau apakah mereka telah membelinya dari pencipta Zlob (yang dipercaya merupakan hacker kriminal dari Eropa Timur) di pasar gelap exploit, dimana zero-day bisa dijual seharga USD50.000 sampai USD500.000? Apakah mereka menemukan kerentanan yang lain dengan cara yang sama?

 

(Gambar ini menunjukkan mesin pemutar (sentrifugal) pengaya uranium di reaktor Natanz. Panah merah menunjukkan rotor berputar yang hendak disabotase Stuxnet.)

 

Kantor Symantec di Culver City tergolong luas, sejuk, dengan langit-langit tinggi yang terlihat seperti sesuatu dari film The Island. Suara tumit sepatu terdengar jelas ketika pengunjung menginjak ubin lebar berwarna gelap, sementara tangga ke lantai atas didesain agar pembangkit listrik dan sistem ventilasi tersembunyi di bawahnya. Bangunan seluas 497.000 kaki per segi itu juga mengantongi sertifikat ramah lingkungan, dengan dinding terluar sebagian besar terbuat dari kaca agar penghuni bisa melihat pemandangan atau, pemandangan lain di lingkungan membosankan di dekat bandara Los Angeles ini.

 

Threat Intelligence Team berada di balik tiga pintu pengamanan sekaligus dalam sebuah ruang dingin yang dilengkapi ruang kecil dan layar besar yang menghadap ke bukit berumput yang tertutup pohon, yang merupakan taman yang sengaja dibangun untuk menghadirkan suasan alami. Tak ada tanaman di ruangan tesebut, tak ada gambar di dinding, tak ada tanda game konyol yang dimainkan pekerja untuk mengusir kebosanan. Tak ada juga akses internet, hanya jaringan terisolasi Symantec –di mana peneliti membiarkan malware masuk untuk meneliti kerusakan yang ditimbulkannya. Perangkat removable media juga dilarang masuk ke ruangan ini, untuk menghindari menyebarnya malware ke jaringan bisnis Symantec dan ke internet.

 

Bekerja di laboratorium yang amat ketat seperti ini penuh dengan kerumitan. Ketika meneliti Stuxnet secara online, Chien dan O Murchu harus pergi ke ruang penyimpanan server di luar kantor, dimana mereka punya laptop yang terhubung ke internet.

 

Seminggu pertama setelah Stuxnet ditemukan, Chien dan O Murchu telah mengungkap metode infeksinya, tapi mereka belum tahu mengapa Stuxnet dibuat, atau apa yang dilakukannya selain menyebar. Rahasia itu tersimpan di dalam muatannya yang rumit. Tugas untuk me-reverse-engineering bagian kode ini diserahkan kepada Nicolas Falliere, pria 28 tahun asal Perancis.

 

Falliere adalah seorang pemalu, bersuara lembut dan terlihat lebih cocok menjadi DJ musik di club underground Paris daripada meneliti setumpuk kode selama perjalanan di atas Metro. Chien merekrutnya begitu lulus kuliah pada tahun 2006. Dia khusus membidangi analisis mendalam terhadap sebuah ancaman, dan mengasah kemampuannya dalam reverse-engineering (reverse-engineering adalah proses menemukan prinsip-prinsip teknologi dari suatu perangkat, objek, atau sistem melalui analisis struktur, fungsi, dan operasinya) sewaktu remaja ketika memecahkan file Crackme – game kode yang ditulis programmer satu sama lain untuk menguji kemampuan reverse-engineering mereka.

 

Falliere menentukan bahwa Stuxnet memiliki tiga bagian utama dan 15 komponen, seluruhnya dikemas dalam lapisan enkripsi mirip boneka Rusia. Stuxnet mengurai dan mengekstraksi tiap komponen sesuai kebutuhan, tergantung dari kondisi yang dijumpainya di mesin yang terinfeksi.

 

Selain itu, Stuxnet juga memiliki konfigurasi file yang luas -mdmcpq3.pnf- yang dilengkapi lebih dari 400 menu yang bisa diubah pembuatnya untuk mengendalikan segala aspek dari kode, seperti berapa lama ia harus menyebar, dan berapa lama setiap exploit harus bekerja. Di sinilah para peneliti menemukan tanggal berakhirnya, yakni 24 Juni 2012. Tiap kali Stuxnet akan mulai bekerja di mesin yang ia infeksi, ia akan mengecek tanggal di mesin tersebut; jika lebih lambat dari tanggal di dalam file konfigurasi, Stuxnet akan mati. Diduga ini merupakan kerangka waktu dimana Stuxnet diharapkan telah mencapai semua tujuannya.

 

Namun, bagian terpenting Stuxnet adalah muatannya yang berbahaya. Jika Stuxnet menentukan bahwa sistem yang terinfeksi memiliki perangkat lunak Siemens Step7, malware tersebut akan mengurai dan memasukkan file DLL ke dalam mesin. File DLL ini kemudian menyamar sebagai file DLL -s7otbxdx.dll- yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan fungsi yang digunakan oleh bagian-bagian Step7.

 

Step7 memiliki antar muka berbasis Windows yang bagus untuk pemrograman dan monitoring perangkat yang disebut Programmable Logic Controller. PLCs pada dasarnya adalah komputer mungil, umumnya seukuran pemanggang roti, yang mengendalikan semuanya mulai dari motor dalam pabrik perakitan kemasan sampai katup penting dalam jaringan pipa gas. Untuk berkomunikasi dan memprogram PLC, pekerja pabrik memasukkan mesin Windows Step7 mereka ke dalam PLC dan mengirimkan perintah atau menerima data laporan.

 

Nah, dari sinilah file DLL berbahaya Stuxnet masuk. Falliere menemukan bahwa Stuxnet akan menyadap perintah yang datang dari perangkat lunak Step7 ke PLC dan menggantinya dengan perintah jahatnya sendiri.

 

Pada saat yang sama, bagian lain dari Stuxnet menonaktifkan seluruh alarm otomatis yang mungkin mati di dalam sistem akibat perintah berbahaya. Stuxnet juga menutupi apa yang terjadi di PLC dengan menyadap status laporan yang dikirim dari PLC ke mesin Step7, dan menghapus semua tanda perintah berbahaya. Walhasil, para pekerja yang mengawasi PLC dari mesin Step7 hanya akan melihat perintah yang sah di perangkat –seperti film pencurian Hollywood dimana pencuri menyisipkan video klip ke kamera pengintai sehingga penjaga yang melihat monitor hanya melihat gambar yang tak berbahaya bukan gambar penjahat yang tengah beraksi.

 

Fakta bahwa Stuxnet menyuntikkan perintah ke dalam PLC dan menutupi bahwa telah melakukan hal itu merupakan bukti bahwa Stuxnet sengaja dirancang, bukan untuk spionase seperti yang dipercayai semua orang, tapi untuk sabotase fisik. Para peneliti tercengang. Inilah untuk pertama kalinya orang melihat langsung kode digital digunakan untuk merusak sesuatu secara fisik di dunia nyata. Hollywood telah membayangkan hal seperti itu sebelumnya dalam film Die Hard. Kini realitas sudah berhasil mewujudkan fantasi.

 

"Kami mengharapkan sesuatu yang menjadi spionase, kami mengharapkan sesuatu untuk mencuri nomor kartu kredit; itulah yang kami hadapi setiap hari,”kata Chien. “Tapi kami tak mengharapkan hal seperti ini.”

 

Pada 6 Agustus, Symantec menerbitkan posting di blog menyampaikan bahwa Stuxnet adalah serangan yang bertujuan membajak Programmable Logic Controller di sistem Siemens dengan menginjeksi kode berbahaya.

 

Untuk menggambarkan kemampuan merusak Stuxnet, para peneliti merujuk serangan digital CIA pada 1982 yang sering dikutip terhadap jaringan pipa Siberia yang mengakibatkan ledakan berkekuatan seperlima bom atom yang diledakkan di Hiroshima. Menurut cerita yang tak pernah dibuktikan, Amerika Serikat menemukan bahwa Rusia mencuri data teknologi Amerika Serikat. Jadi CIA sengaja memasukkan logic bomb ke dalam perangkat lunak yang diketahui CIA telah dibeli Rusia dari perusahaan Kanada untuk mengoperasikan pompa dan katup pada pipa gas alam mereka. Pada awalnya peralatan tersebut bekerja dengan baik, tapi pada titik yang telah diprogram, menyebabkan katup di dalam pipa rusak, membuat tekanan meningkat yang meledak menjadi bola api sangat besar sehingga bisa ditangkap satelit yang mengorbit.

 

Bukti bahwa Stuxnet mensabotase PLC adalah sebuah terbososan besar.  Tapi ada satu masalah: tak satu pun peneliti Symantec yang tahu banyak tentang PLC untuk mencari tahu apa sebenarnya yang dilakukan Stuxnet terhadapnya. PLC menggunakan bahasa pemrograman unik, STL, yang mungkin juga asing bagi peneliti antivirus yang ahli dalam program Windows dan bahasa perakitan PC. Di blog mereka, Symantec meminta siapa saja yang tahu tentang PLC dan STL untuk menghubungi mereka. Tapi tak ada yang menanggapi.

 

Dua minggu setelah Symantec menerbitkan posting tersebut, trafik dari mesin yang terinfeksi di Iran tiba-tiba tak lagi melapor ke sinkhole Symantec. Iran telah mulai memblokir koneksi ke luar dari mesin yang terinfeksi. Seseorang di Iran tak ingin ada yang tahu mesin mana yang terinfeksi, atau bisa mengakses mesin tersebut melalui Stuxnet.

 

Chien berharap ketika mereka menerbitkan postingan, peneliti lain akan mengikutinya dengan informasi yang lebih lanjut. Umumnya, ketika mereka menganalisa malware baru, pesaing mereka menganalisanya secara bersamaan, dan mereka akan berlomba mempublikasikan penemuan mereka lebih dahulu.  Karya duplikasi dijadikan sebagai peer-review (penilaian sejawat) internal untuk membantu verifikasi ketepatan temuan masing-masing perusahaan. Tapi kali ini tak ada tanda bahwa peneliti lain secara serius menggali kode tersebut.

 

“Kita berbicara tentang meledakkan sesuatu! Kata Chien baru-baru ini, yang masih heran karena Stuxnet tampaknya tidak menarik buat peneliti. Sebaliknya, menurut Chien, mereka justru “diam seperti jangkrik.”

Indonesia, Korban Terbesar Kedua Stuxnet

Tak ada pihak yang akan menyalahkan Symantec jika meninggalkan Stuxnet pada titik ini dan beralih ke hal lainnya. Tugas utama setiap perusahaan antivirus adalah mendeteksi –menghentikan infeksi sebelum terjadi dan membersihkan sistem yang telah terinfeksi file berbahaya. Apa yang dilakukan malware setelah itu di komputer korbannya tidak terlalu penting.

 

Tapi Symantec merasa memiliki kewajiban untuk memecahkan teka-teki Stuxnet demi pelanggannya. Lebih dari itu, Stuxnet agaknya terlalu rumit dan canggih kalau hanya untuk spionase belaka. Ini adalah teka-teki yang besar yang menantang, dan O Murchu ingin memecahkannya.

 

"Segala sesuatu yang di dalamnya hanya membuat Anda berdiri dan pergi, ini sesutu yang perlu ditelisik ke dalam,” katanya.

 

Pada waktu O Murchu selesai menganalisa kode tersebut, ketika itu akhir hari Jumat, jadi dia mengirimkan hasil analisa terbaru ke peneliti Symantec di Tokyo. Symantec punya laboratorium di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, sehingga peneliti di zona waktu yang berbeda selalu tersedia mengatasi ancaman penting, membaginya satu sama lain seperti tim pegulat ketika matahari terbenam di kantor yang satu dan terbit di kantor yang lain.

 

Tim Tokyo mengabiskan akhir pekan itu untuk memetakan komponen-komponen Stuxnet sehingga mereka tahu sedang berhadapan dengan apa. Pada hari Senin, O Murchu kembali mengambil alih pekerjaan yang ditinggalkan Tim Tokyo, diikuti oleh Eric Chien, direktur teknik Symantec Security Response, dan Nicolas Falliere, senior software engineer and code analyst di Symantec cabang Paris.

 

Mereka memastikan bahwa tiap kali Stuxnet menginfeksi sistem, ia “menelepon rumah” ke salah satu dari dua domain -www.mypremierfutbol.com dan www.todaysfutbol.com yang dijalankan pada server di Malaysia dan Denmark-  untuk melaporkan informasi tentang mesin yang terinfeksi. Laporan ini mencakup alamat IP internal dan eksternal mesin, nama komputer, versi dan sistem operasi dan apakah perangkat lunak Siemens Simatic WinCC Step7 -yang juga dikenal sebagai Step7- terpasang di mesin tersebut. Server pengendali membiarkan para penyerang memperbarui Stuxnet di mesin yang terinfeksi dengan fungsi baru atau bahkan memasang lebih banyak file berbahaya di sistemnya.

 

Penyedia DNS untuk dua domai itu sudah mematikan lalu lintas (traffic) masuk untuk mencegahnya dari jangkauan para penyerang. Symantec punya ide yang lebih bagus. Mereka menghubungi penyedia DNS tersebut dan membujuknya untuk mengubah rute seluruh lalu lintas ke sebuah lubang pembuangan atau sinkhole – dalam kasus ini, sebuah komputer yang didedikasikan untuk menerima lalu lintas para penyerang –yang dikendalikan Symantec.

 

Pada Selasa pagi, Symantec mengetahui bahwa salah satu mesin terinfeksi oleh Stuxnet. Symantec berbagi data dengan perusahaan keamanan yang lain.

 

Dalam waktu seminggu setelah membuat sinkhole, sekitar 38.000 mesin dilaporkan terinfeksi dari puluhan negara. Tak lama kemudian, jumlahnya melebihi 100.000. Stuxnet menyebar dengan cepat, meskipun perusahaan keamanan telah menyebarluaskan signatures untuk menghentikannya.

 

Ketika Chien dan O Murchu memetakan lokasi geografis infeksi itu, muncul pola aneh. Dari 38.000 infeksi, sekitar 22.000 berada di Iran. Indonesia yang berada di posisi kedua terpaut jauh dengan 6.700 infeksi, diikuti India dengan 3.700 infeksi, Amerika Serikat kurang dari 400. Hanya sedikit jumlah mesin yang meng-install perangkat lunak Siemens Step 7 –hanya 217 mesin di Iran dan 16 di Amerika Serikat.

 

Jumlah infeksi ini berbeda dengan pola infeksi di seluruh dunia yang terjadi sebelumnya –seperti yang terjadi pada serangan cacing Conficker- dimana Iran tak pernah di posisi atas dalam statistik infeksi. Korea Selatan dan Amerika Serikat selalu di posisi teratas dalam kasus-kasus besar, bukan hal aneh karena kedua negara itu memiliki jumlah pengguna internet paling banyak. Tapi meski kasus besar yang berpusat di Timur Tengah atau Asia Tengah, Iran tak pernah berada di posisi atas. Jadi, jelas bahwa Iran merupakan pusat infeksi Stuxnet.

 

Kecanggihan kode, ditambah sertifikat keamanan palsu, dan sekarang Iran menjadi korban utama membuat Stuxnet terlihat bisa jadi merupakan ulah cyberarmy –bahkan mungkin cyberarmy Amerika Serikat.

 

Dengan demikian, pembuatan sinkhole oleh Symantec merupakan langkah berani. Saat menyadap data yang akan diterima para penyerang, para peneliti berisiko merusak operasi rahasia Pemerintah Amerika Serikat. Ketika ditanya apakah mereka khawatir mengenai hal ini, Chien menjawab, “Bagi kami tak ada orang baik atau orang jahat,” katanya lalu berhenti sejenak untuk berpikir. “Orang jahat adalah orang yang menulis kode berbahaya yang menginfeksi sistem yang bisa menimbulkan konsekuensi tak diinginkan atau konsekuensi yang diinginkan.”

 

Apakah orang jahatnya adalah Amerika Seikat atau salah satu sekutunya, serangan itu telah menimbulkan kerusakan parah terhadap ribuan sistem, dan Symantec merasa tak ada tugas patriotisme untuk mengamankan aktivitas Stuxnet. “Kami tidak terikat pada satu bangsa. “Kami multinasional, perusahaan swasta yang melindungi pelangganya.”

 

Waktu terus berlalu. Seluruh peneliti mengetahui pada saat ini Stuxnet telah memiliki pijakan di lebih dari 100.000 komputer, dan mereka tak tahu apa yang dilakukan Stuxnet terhadap komputer-komputer itu.

 

“Untuk berapa lama kami berpikir, yah, mungkin Styxnet hanya menyebar di Iran karena mereka tak punya perangkat lunak keamanan yang terkini, dan bahwa ketika masalah ini terjadi di Amerika Serikat, beberapa pabrik pengolahan air atau sistem kendali kereta api atau apa pun bisa terpengaruh,” kata Chien. “Jadi, sungguh, kami mencoba mencari tahu, dengan kekuatan penuh, apa sebenarnya dampak hal ini?”

Mengapa Stuxnet Hampir Mustahil Terlacak

Peneliti di kantor Symantec di Eropa dan Amerika Serikat termasuk yang mendapatkan kode Stuxnet pada bulan Juli dan membuat signatures untuk para pelanggannya. Tapi ketika mereka selesai melakukan ini, malware itu kemudian dikirimkan ke Liam O Murchu di kantor Symantec di Culver City, California.

 

O Murchu adalah pria asal Irlandia berumur 33 tahun yang gemar bermain snowboard, beraksen Irlandia, dengan potongan rambut cokelat berbentuk vertikal di depan. Sebagai manajer operasi di Symantec Security Response, tugasnya adalah memeriksa ancaman malware yang signifikan untuk memutuskan apakah malware tersebut harus dianalisa lebih dalam.

 

Dari satu juta lebih file  berbahaya yang diterima Symantec dan perusahaan antivirus lainnya tiap bulan, sebagian besar adalah variasi virus dan worm atau cacing yang sudah dikenal. Malware ini langsung diproses secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Algoritma mencari file untuk mengungkap string atau perilaku data untuk mengidentifikasi malware, kemudian memproduksi dan mengeluarkan signatures ke pemindai (scanner) antivirus di komputer pelanggan.

 

Namun, malware yang mengandung exploit zero-day tergolong khusus dan harus diteliti langsung secara manual dengan tangan. O Murchu meneruskan Stuxnet ke insinyur yang tak memiliki pengalaman menangani zero-day, dengan pikiran hal itu merupakankesempatan baik untuk mengajarinya. Tapi ketika dia sendiri memeriksa kode itu, dia menyadari yang dihadapi kali ini lebih rumit dari yang dipikirkannya.

 

Diperlukan upaya untuk menemukan beberapa lapisan penutup yang mengaburkan exploit zero-day di dalam Stuxnet, dan malware ini tergolong besar, 500 KB, berlawanan dengan malware biasa yang hanya berukuran 10k sampai 15 k. Umumnya malware sebesar ini mengandung file gambar yang memenuhi tempat, seperti halaman online banking palsu yang muncul pada halaman komputer yang terinfeksi untuk menipu pengguna agar mengungkapkan data-data rahasia perbankan mereka. Tapi tak ada gambar semacam itu di Stuxnet, dan tak ada juga file yang tak relevan. Kodenya tampak seperti orkestra data dan perintah yang padat dan efisien.

 

Ketertarikan O Murchu segera tergelitik.

 

Perjumpaan pertamanya dengan malware terjadi pada tahun 1996 ketika sesama mahasiswa di College of Dublin membuat virus dengan target jaringan universitas. Pada pertengahan Maret, ratusan terminal di laboratorium komputer sekolah mengunci para siswa sampai mereka bisa menjawab 10 pertanyaan yang muncul di layar mereka. Sebagian besar siswa terganggu atas ketidaknyamanan ini, tapi O Murchu terpesona oleh kode itu dan mengambilnya untuk melihat cara kerjanya. Sudah bawaannya sejak bayi untuk membongkar sesuatu. Saat kecil, dia tipikal anak yang, alih-alih bermain mobil mainan, malah membongkarnya untuk memetakan bagaimana girnya bekerja.

 

Rasa ingin tahu semacam itulah yang membanya ke dunia keamanan komputer.

 

Setelah lulus kuliah, O Murchu bekerja sebagai penguji penetrasi di pembuat kios internet asal Amerika Serikat. Dia mencoba menembus dinding pembayaran (payment wall) kios untuk melihat apakah dia bisa mendapatkan akses internet gratis. Perusahaan itu merekrutnya hanya untuk melakukan beberapa tes, tapi O Murchu bersama penguji lain terus dipekerjakan selama tiga bulan karena mereka selalu menemukan cara menembus sistem pembayaran tersebut.

 

Pada tahun 2002 dia bekerja di perusahaan antispam, yang segera sesudah itu dibeli oleh Symantec. O Murchu akhirnya dipindahkan ke kantor besar Symantec di Culver City, meninggalkan Dublin menuju California Selatan.Ketika Anda sudah pernah melihat virus dan worm sebanyak yang dilihat O Murchu, Anda bisa melihat malware sepintas dan segera tahu jenisnya –yang ini adalah keystroke logger, yang itu adalah Trojan banking- dan apakah ia disusun sembarangan, atau dibuat dengan cermat dan hati-hati. Stuxnet termasuk pada kategori yang terakhir. Ia mengandung beberapa komponen, semua terkotak-kotak ke dalam lokasi berbeda agar fungsinya mudah ditukar dan dimodifikasi sesuai kebutuhan.Namun, yang paling menonjol adalah cara malware itu menyembunyikan fungsi-fungsi itu. Umumnya, fungsi Windows dimuat sesuai kebutuhan dari file DLL yang disimpan dalam hard drive. Akan tetapi, jika malware melakukan hal yang sama, akan menjadi petunjuk atau terdeteksi oleh perangkat lunak antivirus. Sebaliknya, Stuxnet menyimpan file DLL berbahaya yang dienkripsi hanya di dalam memory semacam file virtual dengan nama yang dibuat khusus.Stuxnet kemudian memprogram Windows API –antarmuka antara sistem operasi dan program yang berjalan di atasnya- sehingga tiap kali sebuah program mencoba memuat fungsi dari library dengan nama khusus itu, program tersebut akan mengambilnya dari memori ketimbang dari hard drive.Stuxnet  menciptakan generasi file hantu yang sama sekali baru yang tak akan disimpan di hard drive sama sekali, dan karenanya hampir mustahil ditemukan.O Murchu tak pernah melihat teknik tersebut selama menganalisa malware. “Bahkan ancaman sangat rumit yang kami lihat, ancaman canggih yang kami lihat, tak melakukan ini,” katanya.Banyak sekali petunjuk bahwa Stuxnet sangat profesional, dan O Murchu baru memeriksa 5k dari 500k kode. Jelas dia membutuhkan tim untuk menanganinya. Pertanyaannya, haruskah mereka mengatasinya?

Bagaimana Stuxnet Pertama Kali Ditemukan

Pada 17 Juni 2010, Sergey Ulasen sedang berada di kantornya memilah-milah e-mail ketika sebuah berita menyita perhatiannya. Satu unit komputer milik seorang pelanggan di Iran terjebak dalam reboot loop –mati dan hidup berulang kali meskipun operator berupaya mengendalikannya. Tampaknya mesin itu diinveksi oleh virus.

 

Ulasen mengepalai divisi antivirus di sebuah perusahaan kecil bidang keamanan komputer di Minsk bernama VirusBlokAda. Segera sesudah ada cabang khusus dari ilmu komputer, keamanan komputer telah tumbuh menjadi industri multimiliar dollar dalam dekade terakhir sejalan dengan meledaknya serangan hacker yang canggih dan terus berkembangnya virus, Trojan horses, dan program spyware.

 

Para ahli keamanan terbaik, seperti Bruce Schneier, Dan Kaminsky, dan Charlie Miller dianggap sebagai bintang rock di antara rekan-rekan mereka, dan perusahaan ternama seperti Symantec, McAfee, dan Kaspersky telah menjadi nama keluarga, melindungi segalanya, dari laptop nenek sampai jaringan militer sensitif.

 

Namun, VirusBlokAda bukan bintang rock atau nama keluarga. Ia perusahaan tak jelas sehingga bahkan hanya sedikit orang-orang di industri keamanan yang pernah mendengarnya. Tapi hal itu segera berubah.

 

Tim peneliti Ulasen menangkap virus yang menginfeksi komputer klien mereka dan menyadari bahwa virus itu menggunakan “zero-day” sebagai medium untuk menyebar. Zero-day adalah senjata paling ampuh di dunia hacker: Mereka memanfaatkan kerentanan di dalam perangkat lunak yang belum diketahui oleh pembuat perangkat lunak atau vendor antivirus.

 

Zero-day juga tergolong sangat langka karena dibutuhkan keterampilan dan ketekunan besar untuk mencari dan mengeksploitasinya. Dari 12 juta lebih malware yang ditemukan peneliti antivirus tiap tahun, kurang dari selusin yang menggunakan exploit zero-day. (exploit adalah sebuah kode yang menyerang keamanan komputer secara spesifik. Exploit banyak digunakan untuk penentrasi baik secara legal ataupun ilegal untuk mencari kelemahan pada komputer tujuan. Bisa juga dikatakan sebuah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan).aS7tgtopx_exe:

                 unicode 0, ,0

                 align 4

aSystemrootInf_:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\inf\*.pnf>,0

                 align 4

aSystemrootInfM:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\inf\mdmeric3.PNF>,0

aSystemrootIn_0:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\inf\mdmcpq3.PNF>,0

                 align 10h

aSystemrootSyst:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\system32\Drivers\mrxcls.sys>,0

                 align 8

aSystemrootSy_0:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\system32\Drivers\mrxsmb.sys;%SystemRoot%\sys>

                 unicode 0, ,0

                 align 8

aSystemrootSy_1:

                 unicode 0, <%SystemRoot%\system32\Drivers\mrxnet.sys>,0

                 align 4

aMrxcls:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aSystemCurrentc:

                 unicode 0, ,0

                 align 4

                 unicode 0, <\>,0

aImagepath:

                 unicode 0, ,0

a_sys:

                 unicode 0, <.sys>,0

                 align 4

a??:

                 unicode 0, <\??\>,0

                 align 4

aGlobalWkssvcsh:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobalSpooler_:

                 unicode 0, ,0

                 align 8

aSpooler_perf_l:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobal5ec171bb:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobalCaa6bd26:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobal4a9a9fa4:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobalE41362c3:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobal85522152:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aGlobalB2fac8dc:

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

                 dd 1, 3, 2 dup(0)

                 dd 1, 0

                 dd 2, 2 dup(0)

                 dd 3, 2, 4F0053h, 540046h, 410057h, 450052h, 53005Ch, 450049h

                 dd 45004Dh, 53004Eh, 57005Ch, 6E0069h, 430043h, 53005Ch

                 dd 740065h, 700075h, 0

aStep7_version:

                 unicode 0, >,0

aSoftwareSiemen:

                 unicode 0, <SOFTWARE\SIEMENS\STEP7>,0

                 align 8

aSoftwareMicr_4:

                 unicode 0,

                 unicode 0, ,0

                 align 10h

aNtvdmTrace:

                 unicode 0, ,0

                 dd offset dword_100335D8+0CA4h

                 dd offset dword_10001000+9Fh

                 dd offset dword_10008B7C+11DDh

                 dd offset dword_10008B7C+11E1h

                 dd offset dword_10008B7C+11E5h

                 dd 7574732Eh, 62h, 3Ah, 4D002Eh, 500043h, 0

                 dd 5037532Eh, 0

aStgopenstorage db 'StgOpenStorage',0

                 align 4

aOle32_dll      db 'ole32.dll',0

                 align 4

aCcprojectmgr_e db 'CCProjectMgr.exe',0

                 align 4

aMsvcrt_dll     db 'msvcrt.dll',0

                 align 4

aMfc42_dll      db 'mfc42.dll',0

                 align 4

aCreatefilea    db 'CreateFileA',0

aKernel32_dll   db 'kernel32.dll',0

                 align 10h

aS7apromx_dll   db 's7apromx.dll',0

                 align 10h

 

 

Dalam kasus ini, pelaku memungkinkan virus secara cerdik menyebar dari satu komputer ke komputer lainnya melalui stik USB yang terinfeksi. Kerentanan itu ada di file LNK Windows Explorer, satu komponen penting dari Microsoft Windows. Ketika stik USB terinfeksi dimasukkan ke dalam sebuah komputer, sebagaimana Explorer otomatis memindai isi stik, kode yang dimanfaatkan itu terbangun dan secara diam-diam menjatuhkan file berukuran besar yang sebagian besar telah dienkripsi ke dalam komputer, seperti pesawat pengangkut menjatuhkan prajurit kamuflase ke wilayah sasaran.

 

Jika ditinjau kembali tampak jelas bahwa ini adalah exploit cerdik, karena ia menyerang fungsi yang ada di mana-mana. Itu juga salah satu, hikmah yang diambil para peneliti dari keterkejutan mereka, yang sudah pernah digunakan sebelumnya.

 

VirusBlokAda menghubungi Microsoft untuk melaporkan kerentanan, dan pada 12 Juli, ketika raksasa perangkat lunak itu menyiapkan patch, VirusBlokAda mengumumkan temuan ini dalam sebuah posting di forum keamanan. Tiga hari kemudian, blogger keamanan Brian Krebs mengangkat cerita tersebut, dan perusahaan antivirus di seluruh dunia bergegas mengambil contoh malware yang disebut Stuxnet oleh Microsoft dari kombinasi nama file (.stub dan MrxNet.sys) yang ditemukan di kode tersebut.

 

Ketika industri keamanan komputer bergemuruh mengambil tindakan, pemecahan dan pembongkaran Stuxnet, lebih banyak penilaian yang dikeluarkan.

 

Dikeluarkan juga kode Stuxnet yang diluncurkan ke alam bebas pada awal tahun sebelumnya, pada Juni 2009, dan pembuat misteriusnya telah memperbarui dan menyempurnakannya berkali-kali, dengan merilis tiga versi berbeda. Terutama, salah satu file driver virus menggunakan sertifikat keamanan sah yang dicuri dari RealTek Semiconductor, pembuat perangkat keras dari Taiwan, untuk mengelabui sistem agar berpikir bahwa malware tersebut adalah program terpercaya dari RealTek.

 

Otoritas internet secara cepat mencabut kembali sertifikat tersebut. Tetapi driver Stuxnet yang lain ditemukan menggunakan sertifikat kedua, yang dicuri dari JMicron Technology, pembuat sirkuit dari Taiwan yang -secara kebetulan atau tidak- berkantor pusat di areal bisnis yang sama dengan RealTek. Apakah penyerang penyerang merusak secara fisik perusahaan untuk mencuri sertifikat keamanan? Atau apakah mereka meretas dari jauh untuk menggesek kunci digital tanda sertifikat perusahaan? Tak ada yang tahu.

 

“Kami sangat jarang melihat operasi profesional semacam itu,” tulis ESET, perusahaan keamanan yang menemukan salah satu sertifikat, dalam blog mereka. “Ini menunjukkan (para penyerang) memiliki sumber daya yang besar.”

 

Di sisi lain, Stuxnet terlihat biasa saja dan tidak ambisius dalam mencapai tujuannya. Para ahli menyimpulkan bahwa virus tersebut dirancang untuk menargetkan perangkat lunak Simatic WinCC Step7, sistem pengendalian industri buatan perusahaan Jerman, Siemens yang digunakan untuk pengendali program yang menjalankan motor, katup dan sakelar dalam segala hal mulai dari pabrik makanan dan perakitan mobil sampai jaringan pipa gas dan pabrik pengolahan air.

 

Meskipun ini hal baru –sistem pengendali bukan sasaran hacker tradisional, karena tak ada keuntungan finansial meretasnya- apa yang dilakukan Stuxnet terhadap sistem Simatic bukan hal baru. Tindakan itu tampaknya hanya bertujuan untuk mencuri konfigurasi dan data rancangan dari sistem, kemungkinan untuk memungkinkan pesaing meniru tata letak produksi pabrik. Stuxnet tampak seperti kasus spionase industri lainnya.

 

Perusahaan antivirus menambahkan tandatangan untuk bermacam versi malware ke mesin pendeteksi mereka, dan kemudian sebagian besar perusahaan beralih ke persoalan lainnya. Cerita tentang Stuxnet mungkin berakhir begitu saja. Namun beberapa peneliti tidak cukup siap untuk melepaskannya.

Stuxnet, Cyber Weapon Pertama Si Perusak Fasilitas Nuklir Iran

Ketika itu Januari 2010, dan para peneliti bersama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) baru saja selesai menginspeksi failitas pengayaan uranium di luar Natanz di Iran tengah, ketika mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang mati di dalam ruang reaktor air dimana ribuan mesin pemutar atau sentrifugal melakukan pengayaan uranium.Mengenakan jaket putih, kaos tangan, dan sepatu bot biru, teknisi Natanz bergegas keluar masuk dari reaktor air yang “bersih” itu, mengangkut sentrifugal yang berat satu persatu, masing-masing dibungkus dalam selubung berbentuk silinder berwarna perak mengkilap.Tiap kali pekerja di fasilitas itu menonaktifkan sentrifugal yang rusak atau tak dipakai, mereka wajib membariskannya untuk diperiksa IAEA untuk memverifikasi bahwa tak ada material radioaktif yang diselundupkan ke luar dalam perangkat tersebut sebelum dipindahkan. Para teknisi telah melakukan hal ini selama lebih dari sebulan.Normalnya, Iran mengganti hingga 10 persen dari sentrifugalnya dalam setahun, karena cacat material atau hal lainnya. Dengan sekitar 8.700 sentrifugal yang dipasang di Natanz ketika itu, normalnya Iran menonaktifkan sekitar 800 selama tahun itu.Tetapi ketika IAEA kemudian meneliti kembali rekaman dari kamera pengawas yang dipasang di luar ruangan reaktor pendingin untuk mengawasi program pengayaan uranium Iran, mereka tercengang saat menghitung jumlahnya. Para pekerja telah mengganti sentrifugal dalam jumlah yang luar biasa, di kemudian hari diperkirakan antara 1.000 dan 2.000 sentrifugal diganti hanya dalam beberapa bulan.Pertanyaannya, mengapa?Iran tak diharuskan untuk mengungkapkan alasan penggantian sentrifugal dan, secara resmi, pengawas tidak punya hak untuk bertanya. Tugas mereka adalah mengawasi apa yang terjadi dengan bahan nuklir di fasilitas, bukan melacak kerusakan peralatan. Tapi jelas bahwa sesuatu telah merusak sentrifugal tersebut.Apa yang tidak diketahui para pengawas ketika itu bahwa jawaban yang mereka cari tersembunyi di sekitar mereka, terkubur di dalam ruang disk dan memori komputer Natanz. Sebelumnya, pada Juni 2009, seseorang secara diam-diam melepaskan sebuah cacing atau worm digital rumit dan berdaya rusak yang telah menyebar melalui komputer di Iran hanya dengan satu tujuan –mensabotase program pengayaan uranium negara itu dan mencegah Presiden Mahmoud Ahmadinejad membuat senjata nuklir.Tetapi hampir setahun lamanya sebelum kemudian para pengawas mengetahui persoalan ini. Jawabannya datang hanya setelah puluhan komputer peneliti keamanan di seluruh dunia menghabiskan waktu berbulan-bulan membongkar apa yang kemudian dikenal sebagai perangkat lunak berbahaya atau malware paling rumit yang pernah ditulis –sebuah perangkat lunak yang akan menjadi sejarah sebagai senjata maya sesungguhnya yang pertama di dunia.

 

 

Review Asus Desktop AiO ET2700INTS

Dukung Sepuluh Jari

Salah satu keunggulan yang ditonjolkan produk ini yaitu adanya layar berukuran besar yang dilengkapi dengan feature 10 finger multi-touch.

Asus Desktop AiO ET2700INTS menawarkan spesifikasi serta feature terkini yang canggih dan unik bagi segala kebutuhan komputasi modern. Dari sisi spesifikasi, Anda akan mendapati platform Intel Core i7 yang dipadu dengan kapasitas memori 8 GB. Urusan grafisnya diserahkan kepada chip Nvidia GT 540M. Kombinasi tersebut mampu membuat produk ini memainkan aplikasi berat/game terkini. 

Seperti sudah dikatakan tadi, monitor yang digunakan berukuran 27 inci dengan dukungan sentuhan. Tidak hanya itu, pada teknologi layar sentuhnya telah dibenamkan feature 10 finger multi-touch. Feature ini memungkinkan pengguna menyentuh hingga 10 titik secara bersamaan. Feature ini berguna bagi Anda yang ingin memainkan aplikasi musik secara virtual atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak sentuhan secara bersamaan. Oleh karena itu, produk ini disertai aplikasi untuk bermain musik seperti gitar, piano, ataupun drum yang memanfaatkan feature tersebut. 

ET2700INTS juga dioptimalkan untuk penggunaan multi media definisi tinggi. Untuk memaksimalkan layar yang sudah mendukung full-HD ini, disertakan perangkat optical drive berupa Bluray writer. Hal ini cukup menarik, mengingat sebagian besar AiO masih banyak yang menggunakan DVD writer meskipun tampilan layarnya sudah mendukung resolusi full-HD. 

Dalam hal urusan audio, selain speaker terintegrasi yang melekat pada kedua sisi layar, Anda akan mendapati sebuah subwoofer. Subwoofer ini menggunakan teknologi dari Sonic Master sehingga mampu menghasilkan suara surround yang lebih mewah. Hasilnya memang berbeda, karena dentuman bass mampu dihasilkan dengan baik. Sementara sisi konekti vitasnya, didukung oleh berbagai port. Pada sisi kiri terdapat port USB2.0/3.0, eSATA, audio, hingga pembaca kartu memori, sedangkan pada bagian kanan terdapat perangkat optical drive. 

Selain seri ET2700INTS, Asus juga menghadirkan seri ET2700INKS. Seri yang terakhir itu tidak dilengkapi dengan feature 10 point multitouch serta perangkat optical drive yang hanya berupa perangkat bluray combo. Harga jual ET2700INKS sendiri lebih murah yaitu “hanya” US$1730 sedangkan ET2700INTS bisa dimiliki dengan harga US$2060.

Jika Anda termasuk yang tidak terlalu peduli dengan harga, PC Desktop AiO Asus ET2700INTS merupakan solusi pusat hiburan keluarga yang bisa dipilih. Perangkat ini cocok bagi segala kebutuhan dengan banyaknya feature pendukung yang unik dan canggih.


Hasil Pengujian Asus Desktop AIO ET2700INTS

Hasil skor menunjukkan bahwa PC AiO ini tidak hanya tangguh untuk menjalankan aplikasi multimedia tapi juga cukup nyaman untuk menjalankan game terkini.

BAPco SYSmark 2012 V1.0.0.54 (64 bit)
171
3DMark11 Professional Edition V 1.0.2.0
P1052
Cinebench R11.5
5,24 pts
Sisoff Sandra Lite 2011 SP4c (Dhrystone)
112,65 GIPS
STALKER Call of Pripyat Bencmark V1.6.00 (average)
35,3 fps GFLOPS
Encoding Video
733 detik
Encoding Audio
73 detik


Spesifikasi

Prosesor
Intel Core i7-2600S (8M Cache, 2,80 GHz, Turbo Boost up to 3,8 GHz)
RAM
8 GB DDR3 PC3-1333 (667 MHz)
Motherboard
Intel H61
Kartu Grafis
Nvidia GT 540M (1 GB)
Kartu Suara
Sonic Master DTS surround Sensation UltraPC II
Harddisk
1 TB 7200 RPM
Optical Drive
Tray-in Blue-ray Writer
Wireless
Wireless 802.11b/g/n
Lain – Lain
Card Reader, HDMI, USB3.0, eSATA, webcam, microphone,built-in speaker, external subwoofer, built-in speaker,keyboard + wireless mouse
Sistem operasi
Microsoft Windows 7 Home Premium
Monitor
27” 1920x1080
Bobot
13,4 kg
Garansi
2 Tahun
Situs Web
Harga (kisaran)*
US$2060
*Asus Indonesia; (021) 4586-5050


Input antena
ET2700INTS sudah dilengkapi dengan tuner TV terintegrasi. Di bagian belakangnya terdapat dengan port input antena.


Subwoofer eksternal
Selain speaker internal yang ditempatkan pada sisi layar, ditambahkan pula sebuah subwoofer eksternal dengan teknologi dari Sonic Master.


Satu paket
Disediakan pula keyboard dan mouse nirkabel via koneksi bluetooth.


Plus     :
Spesifikasi dan kinerja tinggi; desain ramping; layar besar dengan feature 10 point multi-touch; port HDMI, eSATA, USB3.0; subwoofer eksternal; tuner tv terintegrasi + remote; sudah menggunakan bluray drive; dilengkapi software multi media.

Minus :
Mahal.


Skor Penilaian
- Kinerja               : 4,25
- Fasilitas              : 4,5
- Kemudahan     : 4,25
- Harga                  : 3,25
- Skor total          : 4,17