Stuxnet, Cyber Weapon Pertama Si Perusak Fasilitas Nuklir Iran

Ketika itu Januari 2010, dan para peneliti bersama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) baru saja selesai menginspeksi failitas pengayaan uranium di luar Natanz di Iran tengah, ketika mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang mati di dalam ruang reaktor air dimana ribuan mesin pemutar atau sentrifugal melakukan pengayaan uranium.Mengenakan jaket putih, kaos tangan, dan sepatu bot biru, teknisi Natanz bergegas keluar masuk dari reaktor air yang “bersih” itu, mengangkut sentrifugal yang berat satu persatu, masing-masing dibungkus dalam selubung berbentuk silinder berwarna perak mengkilap.Tiap kali pekerja di fasilitas itu menonaktifkan sentrifugal yang rusak atau tak dipakai, mereka wajib membariskannya untuk diperiksa IAEA untuk memverifikasi bahwa tak ada material radioaktif yang diselundupkan ke luar dalam perangkat tersebut sebelum dipindahkan. Para teknisi telah melakukan hal ini selama lebih dari sebulan.Normalnya, Iran mengganti hingga 10 persen dari sentrifugalnya dalam setahun, karena cacat material atau hal lainnya. Dengan sekitar 8.700 sentrifugal yang dipasang di Natanz ketika itu, normalnya Iran menonaktifkan sekitar 800 selama tahun itu.Tetapi ketika IAEA kemudian meneliti kembali rekaman dari kamera pengawas yang dipasang di luar ruangan reaktor pendingin untuk mengawasi program pengayaan uranium Iran, mereka tercengang saat menghitung jumlahnya. Para pekerja telah mengganti sentrifugal dalam jumlah yang luar biasa, di kemudian hari diperkirakan antara 1.000 dan 2.000 sentrifugal diganti hanya dalam beberapa bulan.Pertanyaannya, mengapa?Iran tak diharuskan untuk mengungkapkan alasan penggantian sentrifugal dan, secara resmi, pengawas tidak punya hak untuk bertanya. Tugas mereka adalah mengawasi apa yang terjadi dengan bahan nuklir di fasilitas, bukan melacak kerusakan peralatan. Tapi jelas bahwa sesuatu telah merusak sentrifugal tersebut.Apa yang tidak diketahui para pengawas ketika itu bahwa jawaban yang mereka cari tersembunyi di sekitar mereka, terkubur di dalam ruang disk dan memori komputer Natanz. Sebelumnya, pada Juni 2009, seseorang secara diam-diam melepaskan sebuah cacing atau worm digital rumit dan berdaya rusak yang telah menyebar melalui komputer di Iran hanya dengan satu tujuan –mensabotase program pengayaan uranium negara itu dan mencegah Presiden Mahmoud Ahmadinejad membuat senjata nuklir.Tetapi hampir setahun lamanya sebelum kemudian para pengawas mengetahui persoalan ini. Jawabannya datang hanya setelah puluhan komputer peneliti keamanan di seluruh dunia menghabiskan waktu berbulan-bulan membongkar apa yang kemudian dikenal sebagai perangkat lunak berbahaya atau malware paling rumit yang pernah ditulis –sebuah perangkat lunak yang akan menjadi sejarah sebagai senjata maya sesungguhnya yang pertama di dunia.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar